Rabu, 13 Desember 2017

Seabad Nanti yang Fenomenal Adalah Gedung Pacakar Bumi

E-mail Cetak PDF

(BeritaBangunan) Seperti apa perkembangan dunia seabad yang akan datang? Jika kini teknologi komunikasi nirkabel semakin canggih dengan hadirnya smartphone super canggih, maka seratus tahun yang akan datang tidak seorang pun yang tahu seperti apa jadinya. Demikian juga dunia arsitektur, apa yang terjadi 100 tahun mendatang tak seorang pun yang tahu. Jika kini kita lebih mengenal hadirnya gedung pecakar langit nan fenomenal, mungkin nanti beda lagi. Untuk itu, baru-baru ini, Samsung membentuk sebuah tim yang terdiri dari akademisi dan futurologi untuk memprediksikan tentang kehidupan 100 tahun yang akan datang. Pada waktu tersebut, kota dalam air, bangunan pencakar bumi, dan rumah tiga dimensi akan menghiasi jagat arsitektur.

Dalam laporan yang bertajuk The SmartThings Future Living, manusia nantinya akan memiliki pilihan untuk dapat tinggal di kota bawah air, atau bangunan pencakar bumi dengan 25 lantai ke bawah tanah. Semuanya penuh kemewahan dan kecanggihan. Kota dalam air akan memiliki sebutan tersendiri yaitu Bubble Cities, yang akan membawa kehidupan layak huni bagi manusia di dalam air dengan dilengkapi drone pribadi.

Di rumah tiga dimensi, manusia dapat menikmati pertemuan virtual tanpa harus bertatap muka secara langsung. Hanya dengan menggunakan sentuhan tombol, maka manusia dapat menikmati sepiring makanan favorit.  Selain itu, manusia dapat menjajah Bulan dan Mars dengan mudah di kehidupan 100 tahun yang akan datang. Pasalnya, pada masa itu, penerbangan komersil ke Bulan dan Mars sudah dikembangkan.

Kemudian, manusia akan mendapati rumah pintar dengan dinding layar LED yang dapat diubah sesuai dengan suasana hati. Sehingga menghilangkan keinginan untuk mendekorasi ulang. Furnitur rumah pun akan dicetak dengan teknologi 3D yang memungkinkan dapat membuat replika seluruh rumah.

"Hidup kita saat ini hampir tak bisa dikenali dari orang yang hidup berabad lalu. Internet telah merevolusi cara kita berkomunikasi, belajar dan mengendalikan hidup kita," kata ilmuwan ruang angkasa Inggris Maggie Aderin-Pocock yang juga menjadi penulis laporan ini.



Kabarkan teman anda..
 

CetakCepat.Net @BeritaBangunan