Kamis, 14 Desember 2017

Prinsip Dasar Taman Jepang: Ketenangan

E-mail Cetak PDF

(BeritaBangunan) Taman dengan nuansa Jepang adalah cara unik untuk menciptakan ekterior berbeda di rumah Anda. Untuk membuatnya tidak terlalu memakan waktu, tetapi memiliki pengalaman yang sangat berharga.

Prinsip dasar taman Jepang sangat dipengaruhi oleh desain taman Cina. Taman ala Cina mulai mendapatkan popularitas di Jepang pada abad pertengahan, dan telah berkembang menjadi empat gaya yang unik yakni  Zen Gardens, Tea Gardens, Small yard gardens and Stroll Gardens. Ide dasar taman Jepang adalah ketenangan dan efek bermeditasi.

Prinsip utama dari taman Jepang adalah menghargai alam yang berarti bukan untuk menciptakan tampilan yang tidak dapat ditemukan di alam, seperti air yang tampil dengan warna alami. Hal ini penting untuk menyeimbangkan komponen, memilih bentuk, ruang dan ukuran. Ruang dan waktu, sebagai bagian penting dari taman Jepang, harus digunakan secara bijak, mengingat In dan Yo, setara yin dan yang.

Aspek lain dari taman Jepang adalah privasi. Untuk mencapai hal ini, perlu derajat yang berbeda untuk melihat pemandangan yang digunakan, termasuk pagar dan jembatan yang membagi ruang menjadi beberapa bagian. Gapura sebagai elemen yang memisahkan, cukup sering digunakan. Ini membantu orang untuk mentransfer kekhawatiran sehari-hari dengan kontemplasi. Sebuah cara yang umum untuk menggoda penonton adalah membuat lubang kecil di pagar, sehingga siapapun bisa mengagumi apa yang ada di depan rumah.

Sebelum kita berbicara tentang desain, kita perlu mengidentifikasi bahan utama yang menjadi kunci dalam menciptakan taman Jepang.

Ishi

Batu merupakan struktur dari kebun. Ini menjadi nada dari gaya ini. Batu-batu dasar, seperti yang ada pada desain Zen Garden adalah vertikal rendah (batu jiwa), vertikal tinggi (batu tubuh), flat (batu jantung), melengkung (batu bercabang) dan batu berbaring (batu sapi). Penempatan yang tepat dari batu sangat penting, tapi jangan berlebihan. Ingat aturan sederhana taman ini adalah menggunakan salah satu dari tiap jenis secara tepat. Biasanya batu ditempatkan threesome.

Mizu.

Air. Sebuah aspek penting dari setiap taman, bahkan jika tanpa air, mengingat Zen Garden, yang menggunakan riak kerikil mewakili laut atau vusi. Bahkan jika ruang tidak memungkinkan Anda untuk menempatkan kolam atau sungai, cekungan air cukup dalam mewakili elemen ini.

Shokobutsy.

Tanaman. Semuanya harus alami dan pas. Kadang-kadang, lumut digunakan sebagai pengganti rumput. Pohon-pohon yang disukai adalah warna hijau, yang menekankan pohon musiman.

Tenkebutsu dan Shakkei.

Ornamen. Sekali lagi aksen pemandangan alam menjadi bagian penting yang melayani beberapa tujuan fungsional di taman Jepang, seperti baskom air melambangkan mizu, atau lentera batu untuk cahaya. Shakkei yang menunjukkan benda-benda yang tidak termasuk dalam taman. Ada empat jenis: jauh - termasuk sebuah objek yang jauh, seperti gunung, dekat-  mungkin bunga mekar di halaman tetangga, tinggi - di atas pagar, dan rendah - terlihat di bawah pagar.

 



Kabarkan teman anda..
 

CetakCepat.Net @BeritaBangunan