Rabu, 13 Desember 2017

Kota Tak Mesti Bising, Asal…

E-mail Cetak PDF

(BeritaBangunan) Salah satu masalah masyarakat perkotaan selain macet adalah bising. Kebisingan bisa menjadi masalah serius terutama bagi mereka yang memiliki hunian di pinggir jalan dengan lalu lintas kendaraan yang padat. 

Inilah yang membuat para peneliti dari International Council of Academies of Engineering and Technological Sciences (CAETS) di Swedia berupaya untuk mencari solusinya. Mereka menemukan metode sederhana untuk menekan suara bising atau polusi suara di kota-kota besar. Salah satu caranya dengan menekan sumber kebisingan tersebut.

Masyarakat, dan tentu saja pemangku kepentingan di kota, bisa mulai memikirkan penyediaan akustik berkualitas baik dalam gedung baru maupun jaringan jalan. Dengan kata lain, penekanan suara bising di kota berhubungan erat dengan proses perancangan kota.

CAETS menyarankan para perencana perkotaan untuk merancang penempatan bangunan-bangunan tinggi dengan tepat agar bisa menjadi penghalang suara.

Perencana kota juga diminta untuk menurunkan batas kecepatan kendaraan, khususnya pada waktu malam, serta meningkatkan kualitas permukaan jalan. Pasalnya, kedua hal ini bisa menekan suara bising.

Kemudian, para perencana perkotaan juga diminta untuk mendesain kota yang "ramah" bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Terakhir, transportasi umum seharusnya diatur dengan lebih baik. Alat transportasinya sebaiknya moda transportasi massal yang lebih hening dan bisa menampung banyak masyarakat. Hal ini bisa menekan jumlah pengendara mobil.

Lantas, apa efek suara bising hingga sebaiknya menjadi perhatian para pemangku kepentingan?

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa suara bising berakibat buruk pada kualitas tidur penduduk kota, peningkatan tekanan darah, peningkatan detak jantung, penyakit jantung, dan peningkatan risiko kehilangan pendengaran.



Kabarkan teman anda..
 

CetakCepat.Net @BeritaBangunan